Gambaran Umum Kehidupan Orangutan Sumatera

Populasi orangutan pada masa lalu menyebar hampir di seluruh daratan Asia namun diperkirakan punah sekitar Abad ke-16 dan satu-satunya populasi yang tersisa sampai awal Abad ke-20 adalah populasi orangutan di Sumatera dan Kalimantan (Meijaard et al., 2001). Di Pulau Sumatera, habitat alami orangutan hanya tersisa di Propinsi Aceh dan Sumatera Utara. Habitat orangutan secara umum banyak ditemukan di daerah dataran rendah pada ketinggian 200-400 meter dpl (Meijaard et al., 2001). Namun orangutan Sumatera banyak juga ditemukan pada hutan dataran tinggi di atas ketinggian 800 meter dpl, seperti di Hutan Batang Toru  (Perbatakusuma et al., 2006; Sitaparasti, 2007; Wich et al., 2008). 

Menurut Marshall et al., (2009), orangutan Sumatera diperkirakan di habitat alaminya mampu hidup antara 53-58 tahun. Orangutan betina melahirkan berkisar antara 8-10 tahun atau rata-rata 9 tahun sekali sehingga secara demografi perkembangbiakannya relatif lebih lama dibandingkan primata lainnya. Orangutan mempunyai arena sosial dalam sisitem perkawinannya. Arena sosial merupakan suatu lokasi peragaan beberapa jantan yang berada dalam satu wilayah jelajah, di mana betina-betina yang lebih muda akan dihamili oleh para jantan yang berstatus lebih tinggi (Singelton et al., 2009).

Penyebaran orangutan sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas komponen habitatnya (Carne et al., 2015), terutama ketersediaan makanan.  Orangutan merupakan satwaliar dengan tipe pengumpul atau pencari makanan yang oportunis (memakan apa saja yang dapat diperoleh). Jenis makanan orangutan sangat bervariasi, mulai dari buah-buahan, daun-daunan, serangga (semut, rayap, dan belalang), telur burung sampai madu. Orangutan sangat menyukai buah-buahan yang berdaging lembek, berbiji, termasuk buah berbiji tunggal dan buah beri. Persentase tertinggi bagian tumbuhan yang dimakan oleh orangutan adalah buah (55 %), kemudian daun dan pucuk (14%), umbut (6%) dan kombinasinya (Meijaard et al., 2001;  Kuswanda, 2014). 

Orangutan merupakan satwaliar diurnal (aktif siang hari) yang hidup dan mencari makan pada tajuk pohon (arboreal). Perilaku orangutan secara umum meliputi aktivitas makan, bergerak, istirahat, sosial dan membuat sarang.   Orangutan mencari makan sendiri dan tidak pernah terlihat membentuk kelompok. Aktivitas orangutan saat mengambil makanan lebih sering menggunakan dengan satu tangan dibanding kedua tangannya. Pergerakan orangutan dari suatu pohon ke pohon yang lainnya sering dilakukan dengan cara berayun dengan menggunakan cabang-cabang pohon yang kuat untuk menyangga tubuhnya (Meijaard et al., 2001).

Ciri khas yang mudah ditemukan adanya orangutan pada habitatnya adalah dari sarang. Keberadaan sarang sering dijadikan oleh para peneliti sebagai dasar untuk mendeteksi dan menduga ukuran populasi orangutan pada suatu kawasan hutan karena untuk menemukan langsung orangutan relatif sulit. Orangutan minimal sekali dalam sehari membuat sarang untuk tidur (Mathewson et al., 2008). Orangutan membuat sarang dari ranting-ranting yang daunnya masih segar dan berukuran sedang. Sarang yang dibangun orangutan memiliki ukuran yang sangat bervariasi, dengan panjang sarang berkisar antara 60-150 cm. Ketinggian sarang orangutan juga sangat bervariasi, meskipun lebih banyak ditemukan pada ketinggian 8 – 17  m dari permukaan tanah

2 thoughts on “Gambaran Umum Kehidupan Orangutan Sumatera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: