Strategi Pengembangan Ekowisata Satwaliar pada KPHK Konservasi

Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk  pengembangan ekowisata, yang masih memiliki kawasan hutan dan potensi keragaman hayati yang tinggi.  Para peminat ekowisata cenderung mencari tempat-tempat di alam terbuka yang relatif belum terjamah atau tercemar (sangat baik) dengan khusus untuk mempelajari, mengagumi, dan menikmati pemandangan dengan tumbuhan serta satwa liarnya (termasuk potensi kawasan ekosistem, keadaan iklim, fenomena alam, kekhasan jenis tumbuhan dan satwa liar) juga semua manifestasi kebudayaan yang ada (termasuk tatanan lingkungan sosial budaya).  Kondisi dan atraksi alam yang alami, indah dan langka banyak ditemukan di Indonesia, terutama di kawasan hutan yang masih primer yang banyak ditemukan pada kawasan taman nasional, seperti di TN. Bukit Tigapuluh.

Seiring dengan sistem pengelolaan KPH, yang menegaskan pentingnya mewujudkan pengelolaan taman nasional yang mandiri dan profesional, maka revitalisasi pengelolaan KPHK TN. Bukit Tigapuluh menjadi sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut.  Tuntutan mengembangkan pengelolaan taman nasional dari segi pendanaan secara mandiri (mengurangi beban anggaran Negara) mengharuskan manajemen mengembangkan segala potensi kawasannya untuk dikembangkan, tanpa mengesampingkan fungsi kawasan sebagai kawasan pelestarian alam.  Salah satu solusi yang dapat segera diimplementasikan adalah melalui pengembangan ekowisata.

Kawasan KPHK TN. Bukit Tigapuluh yang memiliki keunikan ekosistem dan keberagaman jenis satwa langka yang dapat menarik perhatian dunia sebenarnya memiliki modal yang besar sebagai daerah tujuan wisata dunia, seperti adanya orangutan, harimau, tapir dan satwa menarik lainnya.  Namun untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai strategi pengelolaan perlu lebih dikembangkankan melalui revitalisasi rencana pengelolaan jangka panjang saat ini (RPJP tahun 2015-2024), khususnya terkait dalam pengembangan ekowisata satwaliar yang belum banyak dikembangkan dalam RPJP tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: